Delegasi Indonesia Ikuti Program International Young Endoscopist Award (IYEA)–IDEN 2026 di Korea Selatan
Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang endoskopi gastrointestinal melalui partisipasi lima dokter spesialis penyakit dalam pada program International Young Endoscopist Award (IYEA)–International Digestive Endoscopy Network (IDEN) 2026 yang diselenggarakan oleh International Digestive Endoscopy Network (IDEN) bersama Korean Society of Gastrointestinal Endoscopy (KSGE) pada tanggal 1–13 Juni 2026 di Korea Selatan.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014, program ini telah melibatkan 465 endoskopis muda dari 48 negara. Melalui pelatihan klinis intensif di pusat-pusat endoskopi di Korea Selatan, peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pengetahuan, meningkatkan keterampilan teknis, serta memperluas jejaring profesional di tingkat global.

Pada penyelenggaraan tahun 2026, sebanyak 5 dokter internis endoskopis terpilih sebagai perwakilan Indonesia untuk mengikuti Program IYEA 2026, yaitu dr. Cecilia Oktaria Permatadewi, SpPD (Semarang), dr. Nisma Aulia, SpPD (Yogyakarta), dr. Komang Agus Wira Nugraha, SpPD (Denpasar), dr. Lucrezia Renata, SpPD (Jakarta), dan dr. Muhammad Faisal Prananda, SpPD (Jakarta).
Selama program berlangsung, para peserta ditempatkan di berbagai pusat endoskopi terkemuka di Korea Selatan sesuai bidang pelatihannya masing-masing. Kesempatan ini memungkinkan mereka memperoleh pengalaman langsung dari para ahli serta mempelajari berbagai perkembangan terkini di bidang endoskopi gastrointestinal.

Dr. Cecilia Oktaria Permatadewi, SpPD berkesempatan mengikuti pelatihan Advanced Endoscopy (EUS, ERCP, ESD, dan EMR) di Konkuk University Medical Center, Seoul, di bawah supervisi Prof. Young Koog Cheon, Prof. Tae Yoon Lee, dan Prof. Se Min Kim. Selama program berlangsung, ia memperoleh kesempatan untuk mengamati berbagai prosedur endoskopi lanjutan, mengikuti diskusi kasus, serta bertukar pengalaman dengan peserta internasional lainnya.

Sementara itu, dr. Nisma Aulia, SpPD mendapat kesempatan menjalani pelatihan di Divisi Gastroenterologi, Departemen Penyakit Dalam, Kosin University Gospel Hospital, Busan, di bawah supervisi Prof. Jae Hyun Kim, Prof. Sung Eun Kim, Prof. Kyoungwon Jung, dan Prof. Myung Hun Lee. Dr. Nisma mendalami Advanced Upper and Lower Gastrointestinal Endoscopy serta mengikuti observasi berbagai prosedur endoskopi terapeutik yang menjadi standar di pusat layanan tersier.
Melalui kegiatan observership, dr. Nisma berkesempatan mengamati secara langsung pelaksanaan berbagai prosedur endoskopi lanjutan, antara lain Endoscopic Mucosal Resection (EMR), Endoscopic Submucosal Dissection (ESD), Peroral Endoscopic Myotomy (POEM), balloon dilatation, stent insertion, serta Percutaneous Endoscopic Gastrostomy (PEG). Pengalaman tersebut memberikan wawasan yang berharga mengenai penerapan teknik-teknik endoskopi terkini dalam praktik klinis sehari-hari serta pengelolaan kasus-kasus kompleks di bidang gastroenterologi.

Dr. Komang Agus Wira Nugraha, SpPD memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan di Konyang University Hospital dengan fokus pada bidang Endoscopic Ultrasound (EUS) dan Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) di bawah supervisi Prof. Ryu Kihyun dan Dr. Sanghyuk Lee. Melalui pelatihan ini, dr. Komang berkesempatan mengamati berbagai prosedur diagnostik dan terapeutik yang memanfaatkan teknologi EUS dan ERCP untuk penanganan penyakit saluran empedu, pankreas, serta saluran cerna bagian atas.

Pada kesempatan yang sama, dr. Lucrezia Renata, SpPD mengikuti pelatihan di Seoul National University Hospital (SNUH), Seoul, Korea Selatan. Selama program berlangsung, dr. Lucrezia menjalani pelatihan di bawah supervisi Prof. Sang Hyub Lee, Prof. Min Woo Lee, dan Prof. Jin Ho Choi dengan fokus pada bidang Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) dan Endoscopic Ultrasound (EUS). Melalui program ini, dr. Lucrezia berkesempatan mengamati berbagai prosedur diagnostik dan terapeutik di bidang pankreatobilier, serta mengikuti diskusi kasus bersama para ahli di Seoul National University Hospital.
Sementara itu, dr. Muhammad Faisal Prananda, SpPD berkesempatan mengikuti pelatihan Advanced Endoscopy di Asan Medical Center, dibawah supervisi Prof. Sang Hyoung Park dan Prof. Ahn Ji Yong. Selama program berlangsung, dr. Faisal mengikuti berbagai kegiatan observasi klinis dan diskusi akademik yang memberikan pemahaman mendalam mengenai perkembangan teknologi endoskopi terkini serta tata laksana kasus-kasus kompleks di bidang gastroenterologi. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari praktik terbaik dari salah satu pusat endoskopi berstandar internasional.

Pada tanggal 10 Juni 2026 seluruh peserta IYEA dari berbagai negara berkumpul untuk mengikuti pelatihan Hands-on EUS di Olympus Korea Medical Training & Education Center (K-TEC). Agenda dilanjutkan dengan IYEA Forum dan Annual Meeting pada tanggal 11 Juni 2026, yang menjadi ajang diskusi dan presentasi antar peserta dan mentor internasional. Sejumlah peserta berkesempatan mempresentasikan hasil penelitian dan laporan kasus melalui sesi oral presentation maupun poster presentation bersama para peneliti dan klinisi dari berbagai negara. Sebagai puncak kegiatan, seluruh peserta IYEA diwajibkan mengikuti IDEN 2026 Conference yang berlangsung pada tanggal 12–13 Juni 2026 di Grand Walkerhill Seoul, Korea Selatan.

Kehadiran delegasi Indonesia di IDEN 2026 semakin bermakna dengan kesempatan bertemu Prof. dr. Marcellus Simadibrata, PhD, FACG, FASGE, FINASIM, yang turut berkontribusi sebagai moderator pada salah satu sesi ilmiah kongres. Pertemuan tersebut menjadi momen yang membanggakan bagi para peserta, sekaligus menunjukkan kontribusi aktif Indonesia dalam komunitas gastroenterologi dan endoskopi internasional.

Program IYEA–IDEN 2026 tidak hanya menjadi sarana peningkatan kompetensi klinis, tetapi juga membuka peluang kolaborasi internasional yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan layanan endoskopi gastrointestinal di Indonesia.
Pengurus Besar Perkumpulan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PB PEGI) menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mewakili Indonesia dalam program IYEA-IDEN 2026. Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda endoskopis Indonesia untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas jaringan international, dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah global.
Sumber gambar: Dokumentasi milik pribadi (digunakan dengan izin)




Pengunjung Hari Ini : 373
Total Dibaca : 2406132
Pengunjung Online : 13