Norovirus, Penyebab Keracunan Makanan yang Mewabah di China

Baru-baru ini otoritas Kesehatan Tiongkok menyampaikan telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) baru yang disebabkan oleh norovirus. Norovirus sendiri sebenarnya bukan merupakan virus baru. Norovirus merupakan salah satu penyebab utama terjadinya infeksi usus akut (gastroenteritis) di seluruh dunia, termasuk diantaranya Indonesia, sebagaimana yang diungkapkan oleh Konsultan gastroentero-hepatologi sekaligus ketua umum PB PEGI,

1ST A-PSDE Regional Webinar on International EUS

Tanggal: Sabtu, 28 November 2020 Waktu: 21.00-23.00 WIB Tema: * EUS Intervensional: Data Indonesia * EUS Guided Biliary Drainage * Manajemen Terpandu EUS dari Komplikasi Pasca Pankreatitis Silakan akses tautan di bawah ini sebelum 14 November 2020 untuk mengisi formulir pendaftaran: bit.ly/1stAPSDE

Waspadai Salah Satu Faktor Risiko Covid-19: Obesitas

Faktor risiko Covid-19 yang telah diketahui secara umum yaitu daya tahan, lingkungan, dan keberadaan virus. Namun, konsultan gastroentero-hepatologi sekaligus ketua umum PB PEGI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, SpPD, K-GEH, FACP, FACG, FINASIM (@dokterari) menyampaikan bahwa terdapat satu faktor risiko lain yang dapat memperparah Covid-19 karena menyebabkan komplikasi, yaitu obesitas.

Sayuran Penurun Risiko Kanker Usus Besar

Salah satu cara menghindari kanker usus besar adalah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Hal ini dapat dimulai dengan mengonsumsi sayur-sayuran yang baik bagi pencernaan. Sayuran tersebut dapat membantu kelancaran buang air besa karena kaya akan serat tidak larut yang akan menarik zat-zat tidak berguna yang berpotensi menyebabkan peradangan pada usus.

Kenali Kelompok Orang yang Berisiko Tinggi Terkena Kanker Usus Besar

Kanker usus besar merupakan jenis kanker terbanyak nomor 4 di Indonesia serta menjadi penyebab sekitar 8,5% dari total kematian akibat kanker di dunia. Penyakit ini umumnya ditemukan pada usia lanjut, tetapi terdapat factor sporadic yang berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat. Sebagaimana yang dijelaskan oleh konsultan gastroentero-hepatologi sekaligus ketua umum PB PEGI,

Virtual Indonesian Digestive Disease Week (IDDW) & Virtual EUS-ERCP Workshop 2020

REGISTER NOW! "Virtual Indonesian Digestive Disease Week (IDDW) & Virtual EUS-ERCP Workshop 2020" Batch 1 : 16 October 2020 (Virtual Workshop on EUS-ERCP) Batch 2 : 17-18 October 2020 (Virtual Symposium IDDW 2020) Batch 3 : 24-25 October 2020 (Virtual Symposium IDDW 2020) Scientific Programs: * Virtual Workshop on EUS-ERCP (for limited

Waspadai Cara Penularan Virus Corona antara Pasien dan Dokter

Risiko penularan virus corona antara pasien dan dokter terbilang cukup tinggi. Terutama sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bahwa virus ini dapat ditularkan melalui airborne atau udara dalam jumlah partikel yang lebih kecil. Proses penularan virus antara pasien dan dokter melalui airborne sendiri, sebagaimana yang dijelaskan oleh dokter spesialis penyakit dalam dan

Pedoman Klinis dan Prosedural untuk Unit Endoskopi Saluran Cerna pada Masa Pandemi Covid-19

Penyakit COVID-19 dinyatakan sebagai kondisi darurat kesehatan nasional dan pandemi. Pedoman ini ditulis berdasarkan pada sistem peringatan World Health Organization (WHO) dan dapat diperbaharui berdasarkan pada situasi kesehatan masyarakat yang sedang berkembang. Isi dan rekomendasi dalam pedoman ini berupa interpretasi dari informasi terbaik yang telah dipublikasikan para ahli. Pedoman ini dimaksudkan untuk

Petunjuk Pencegahan Penularan Covid-19 untuk Petugas Kesehatan

Berdasarkan Surat Edaran PB IDI No.02854/PB/A.3/03/2020, berikut Petunjuk Pencegahan Penularan Covid-19 untuk Petugas Kesehatan yang diterbitkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama Perhimpunan Profesi dibawah payung IDI dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) sebagai langkah strategis dan taktis guna menurunkan angka penularan dan memutus penyebaran Covid-19 serta melindungi Dokter, Perawat, dan Petugas

Dampak Pandemi Global pada Pelayanan Kesehatan Gastrointestinal di Indonesia

Penyakit COVID-19 yang awalnya menyerang paru ternyata sudah terbukti bisa menyerang organ lain termasuk sistim saluran pencernaan kita. Cara menular dari satu orang ke orang lain yang tadinya diketahui melalui droplet dan kontak ternyata bisa menular secara aerosol dan airborne. Karena penularan secara aerosol maka tindakan endoskopi saluran cerna merupakan tindakan yang