Dr. Cokorde Yuliandari Wakili Indonesia dalam Program JGES STARS 2026 di Jepang

Jakarta, 12 Mei 2026 - Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi dan jejaring internasional para anggotanya melalui partisipasi aktif pada program internasional. Tahun ini, dr. Cokorde Istri Yuliandari Krisnawardani K, M.Biomed., SpPD, FINASIM yang berafiliasi dengan RS Universitas Udayana dan FK Universitas Udayana terpilih mengikuti program

Kontribusi Ilmiah Indonesia pada Forum Internasional DDW 2026

Indonesia kembali menunjukkan kontribusinya di forum ilmiah internasional. Sebanyak 10 paper dari Indonesia diterima pada ajang yang berlangsung pada 2–5 Mei 2026 di Chicago, Amerika Serikat. Digestive Disease Week (DDW) merupakan salah satu pertemuan ilmiah terbesar dan paling bergengsi di bidang gastroenterologi, hepatologi, endoskopi, dan bedah digestif. Setiap tahunnya, DDW menjadi wadah

KONAS & PERTEMUAN ILMIAH NASIONAL PPHI-PGI-PEGI 2026

Yogyakarta menjadi tuan rumah agenda ilmiah nasional di bidang gastroenterohepatologi. Kongres Nasional (KONAS) & Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) PPHI–PGI–PEGI 2026 akan berlangsung pada 23–26 Juli 2026 di The Alana Hotel Yogyakarta & Convention Center, menghadirkan forum komprehensif bagi para klinisi, akademisi, dan praktisi kesehatan dari seluruh Indonesia. Mengusung tema “Challenges and Innovations

Mastery Learning Tingkatkan Keterampilan IUS sebagai Pelengkap Endoskopi pada IBD

Sebuah studi yang dilakukan oleh dr. Rabbinu Rangga Pribadi, SpPD, K-GEH, dr. Raisa Wibowo, dr. Virly Nanda Muzellina, SpPD, K-GEH, dr. Nikko Darnindro, SpPD, K-GEH, FACP, dr. Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein, SpPD, K-GEH, FACP, Dr. dr. Achmad Fauzi, SpPD, K-GEH, dan Prof. dr. Marcellus Simadibrata, PhD, SpPD, K-GEH, FACG, FASGE menunjukkan

Premedikasi Sederhana untuk Meningkatkan Kualitas EGD

Kualitas visualisasi mukosa merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan esophagogastroduodenoscopy (EGD). Dalam praktik sehari-hari, keberadaan mukus, busa, dan gelembung udara sering kali mengganggu pandangan endoskopis dan dapat memengaruhi akurasi diagnosis, terutama pada lesi-lesi halus. Sebuah penelitian oleh Dr. dr. Fauzi Yusuf, SpPD, K-GEH, FINASIM, FACG, Dr. dr. Azzaki Abubakar, SpPD, K-GEH,

Advanced Endoscopy Workshop 2026

Jakarta, April 2026 — Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI) telah menyelenggarakan Advanced Endoscopy Workshop pada tanggal 10–12 April 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kompetensi dan keterampilan klinis para dokter spesialis di bidang endoskopi gastrointestinal di Indonesia. Workshop yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan kombinasi sesi ilmiah

Artificial Intelligence in Endoscopy: Between Innovation and Clinical Reality

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan artificial intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam praktik endoskopi gastrointestinal. Teknologi ini berkembang pesat dalam berbagai aspek, mulai dari deteksi lesi hingga pengambilan keputusan klinis. Kehadirannya tidak hanya meningkatkan kualitas pemeriksaan, tetapi juga mulai berperan dalam mendukung praktik klinis sehari-hari. Salah satu penerapan AI yang paling

Mengurangi Risiko Pankreatitis Pasca-ESD pada Lesi Periampular

Tindakan endoscopic submucosal dissection (ESD) pada lesi duodenum periampular dikenal memiliki tantangan tersendiri. Lokasinya yang sangat dekat dengan papila membuat prosedur ini berisiko menimbulkan pankreatitis setelah tindakan. Kondisi ini bisa terjadi akibat trauma mekanik, efek panas dari diseksi, hingga penutupan luka yang tanpa sengaja mengganggu aliran duktus pankreatikus. Dalam editorial yang dipublikasikan

JIGES-LD 2026 in conjunction with IDEN Indonesia Chapter Sukses Digelar di Jakarta

Jakarta, 18 Februari 2026 — Jakarta International Gastrointestinal Endoscopy Symposium & Live Demonstration (JIGES-LD) 2026 in conjunction with International Digestive Endoscopy Network (IDEN) Indonesia Chapter sukses dilaksanakan pada 11–14 Februari 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta. Kegiatan ilmiah internasional di bidang endoskopi gastrointestinal ini diikuti oleh ratusan dokter spesialis penyakit dalam, konsultan gastroenterohepatologi

Yogurt dan Pencegahan Kanker Usus Besar

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi yogurt atau produk susu fermentasi berhubungan dengan penurunan risiko kanker usus besar. Meski demikian, yogurt tidak bisa dijadikan satu-satunya upaya pencegahan, ia hanya bagian dari pola hidup sehat. Beberapa studi selama lima tahun terakhir melaporkan bahwa orang yang rutin makan yogurt memiliki risiko kanker usus besar lebih