Mastery Learning Tingkatkan Keterampilan IUS sebagai Pelengkap Endoskopi pada IBD
Sebuah studi yang dilakukan oleh dr. Rabbinu Rangga Pribadi, SpPD, K-GEH, dr. Raisa Wibowo, dr. Virly Nanda Muzellina, SpPD, K-GEH, dr. Nikko Darnindro, SpPD, K-GEH, FACP, dr. Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein, SpPD, K-GEH, FACP, Dr. dr. Achmad Fauzi, SpPD, K-GEH, dan Prof. dr. Marcellus Simadibrata, PhD, SpPD, K-GEH, FACG, FASGE menunjukkan bahwa pendekatan mastery learning efektif dalam meningkatkan keterampilan dokter dalam melakukan intestinal ultrasound (IUS), khususnya dalam penanganan Inflammatory Bowel Disease.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Acta Medica Indonesiana ini melibatkan 37 dokter internis dan gastroenterolog yang mengikuti workshop IUS selama dua hari. Program pelatihan dirancang dengan kombinasi pembelajaran awal, sesi praktik langsung (hands-on), serta umpan balik dari instruktur, yang kemudian dievaluasi melalui pre-test dan post-test menggunakan parameter terstandar.
Dari 34 peserta yang menyelesaikan pelatihan, hasil menunjukkan adanya peningkatan keterampilan yang signifikan. Sebanyak 67,6% peserta mencapai standar kompetensi untuk pemeriksaan sigmoid colon, sementara 50% mencapai standar pada evaluasi terminal ileum. Meski demikian, sebagian peserta masih memerlukan pelatihan lanjutan untuk mencapai tingkat kompetensi optimal.
Temuan ini menegaskan peran IUS sebagai pelengkap endoskopi, terutama dalam pemantauan pasien IBD. Dengan sifatnya yang non-invasif dan lebih nyaman bagi pasien, IUS dapat digunakan secara berulang untuk evaluasi penyakit, sehingga berpotensi mengurangi kebutuhan prosedur endoskopi yang lebih invasif.
Selain itu, studi ini juga menyoroti pentingnya pendekatan pelatihan yang terstruktur dalam meningkatkan kompetensi klinis dokter, seiring dengan berkembangnya kebutuhan akan metode diagnostik yang lebih komprehensif.
Sebagai organisasi profesi, PEGI terus mendorong pengembangan kapasitas tenaga medis melalui pendekatan berbasis bukti serta pemanfaatan teknologi yang relevan. Integrasi antara endoskopi dan metode non-invasif seperti IUS diharapkan dapat mendukung pelayanan gastroenterologi yang lebih efektif dan berfokus pada kebutuhan pasien.
Baca artikel lengkapnya di Acta Medica Indonesiana. Vol. 58 No. 1 (2026)
Ilustrasi cover: Google picture





Pengunjung Hari Ini : 88
Total Dibaca : 2329832
Pengunjung Online : 2