PERSIAPAN RAMADHAN UNTUK PENDERITA GERD

Menurut, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, SpPD, K-GEH, FACP, FACG Ketua Umum PB PEGI sekaligus konsultan gastroenterologi hepatologi sebelum berpuasa penderita GERD sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini karena GERD berhubungan erat dengan lambung.

Beliau menganjurkan agar minum obat asam lambung terlebih dahulu saat minggu pertama puasa. Sebab, minggu pertama puasa merupakan fase di mana tubuh menyesuaikan diri karena sebelumnya tubuh terpapar dengan berbagai macam makanan yang kurang sehat. Saat memasuki minggu kedua tubuh sudah bisa menyesuaikan diri.

Puasa Ramadhan adalah momen yang tepat untuk mengatur pola makan. Selama pandemic Covid-19, banyak orang yang sulit mengontrol makanan mulai dari makanan manis hingga makanan berlemak.

Prof. Ari juga menambahkan bahwa puasa harus dimanfaatkan untuk mengembalikan kondisi tubuh agar lebih sehat. Waktu makan dua kali sehari dengan jeda kurang lebih 12 jam sangat baik untuk membuat organ tubuh beristirahat.

Bagi penderita GERD, ada baiknya menghindari makanan yang bersifat asam, pedas, kopi, cokelat, dan keju pada saat berbuka puasa. Makanan manis lebih dianjurkan untuk dikonsumsi, namun bukan minuman manis kekinian.

GERD banyak kambuh karena cemas yang berlebihan. Berpuasa merupakan salah satu kesempatan untuk hidup sehat, sebab kita akan lebih bisa mengendalikan diri dengan begitu asam lambung pun dapat terkendali.

Sumber:

https://www.elshinta.com/news/262642/2022/03/18/persiapan-ramadhan-untuk-penderita-gerd

Sumber gambar: Elemen envato

 

Bagikan: