Kadar Fecal Protectin sebagai Petanda Diagnosis Inflamasi Intestinal pada Pasien dengan Penyakit Radang Usus

Darmadi*, Dadang Makmun**, Andri Sanityoso***, Hamzah Shatri****

*Department of Internal Medicine, Cut Meutia Lhokseumawe Hospital, Aceh
**Division of Gastroenterology, Department of Internal Medicine, Faculty of Medicine University of Indonesia/Dr. Cipto Mangunkusumo General National Hospital, Jakarta
***Division of Hepatobiliary, Department of Internal Medicine, Faculty of MedicineUniversity of Indonesia/Dr. Cipto Mangunkusumo General National Hospital, Jakarta
****Division of Psychosomatic, Department of Internal Medicine, Faculty of MedicineUniversity of Indonesia/Dr. Cipto Mangunkusumo General National Hospital, Jakarta

 

ABSTRAK

Latar belakang: Diagnosis penyakit radang usus masih didasarkan pada pemeriksaan invasif seperti endoskopi dan histopatologi. Fecal protectin merupakan petanda inflamasi intestinal non-invasif yang dapat digunakan untuk membedakan penyakit radang usus dengan penyakit intestinal non-inflamasi, namun studi-studi yang ada masih memberikan perbedaan nilai diagnostik dan hubungannya dengan derajat penyakit radang usus. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemeriksaan fecal calprotectin memiliki niali diagnostik yang tinggi untuk mendiagnosis penyakit radang usus serta berhubungan dengan derajat klinis penyakit radang usus.

Metode: Penelitian ini adalah studi potong lintang untuk melakukan uji diagnostik yang dilakukan di beberapa rumah sakit di Jakarta mulai bulan September 2014 hingga Februari 2015. Kurva receiver operating characteristic (ROC) dibuat untuk mendapatkan niali diagnostik fecal calprotectin dan uji Krusskal Wallis untuk menilai perbedaan kadar fecal calprotectin menurut derajat penyakit radang usus.

Hasil: Terdapat 71 pasien penyakit radang usus berdasarkan pemeriksaan kolonoskopi diikutkan dalam penelitian. Dari pasien tersebut didapatkan sebanyak 57 pasien ditetapkan secara pasti menderita penyakit radang usus berdasarkan pemeriksaan histopatologi. Kadar fecal protectin lebih tinggi bermakna pada pasien penyakit radang usus dibanding yang bukan penyakit radang usus (553,8 µg/g vs. 76,95 µg/g, p<0,001). Didapatkan nilai titik potong 179,3 µg/g dengan sensitivitas 96% (95% CI: 0,88-0,99), spesifisitas 93% (95% CI: 0,69-0,99) dan area under curve (AUC) 99,5% (95% CI: 0,98-1,00). Didapatkan perbedaan bermakna kadar fecal calprotectin pada masing-masing derajat penyakit radang usus (p<0,001).

Simpulan: Pemeriksaan fecal calprotectin memiliki nilai diagnostik yang tinggi untuk mendiagnostik penyakit radang usus serta berhubungan dengan derajat penyakit radang usus.

Kata Kunci: fecal calprotectin, hispatologi, penyakit radang usus, titik potong

Indones J Gastroenterol Hepatol Dig Endosc Vol.16, No.3, December 2015 (NASKAH LENGKAP)

Bagikan:

2 Comments

  • Dewi Puspa Sari

    Mau tanya …
    Hasil fecal calprotectin anak saya usia 19 thn , bln Juli 2019 = 1.842 dan Nov 2019 = > 2.100.
    Mohon petunjuk harus bagaimana supaya bisa normal kembali di <=50

    Balas
    • admin

      Selamat pagi Ibu Dewi, terimakasih telah bertanya kepada kami.
      Terkait kasus anak ibu, perlu dipastikan terlebih dahulu penyebab kondisi tersebut, jika perlu, dilakukan kolonoskopi di rumah sakit yang menyediakan layanan endoskopi saluran cerna.

      Balas