Toxic Megacolon (TM) merupakan komplikasi peradangan pada usus besar yang jarang namun berpotensi fatal. TM didefinisikan sebagai pelebaran kolon non-obstruktif, dengan diameter lebih dari 6cm, yang dapat bersifat total atau segmental dan biasanya berhubungan dengan toksisitas sistemik. Setiap kondisi inflamasi usus besar dapat menjadi predisposisi TM. [caption id="attachment_6885" align="aligncenter" width="640"] Toxic Megacolon
Kolonoskopi merupakan sebuah prosedur kedokteran yang menggunakan kolonoskop untuk melihat ke dalam rektum dan usus besar. Kolonoskopi dapat menunjukan jaringan yang teriritasi dan bengkak, bisul, polip, dan kanker. Kenapa kolonoskopi digunakan? Kolonoskopi digunakan untuk membantu dokter dalam menemukan penyebab gejala, seperti perdarahan pada anus; perubahan aktivitas usus (diare); sakit perut; penurunan berat
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah penyakit saluran cerna dengan gejala dan komplikasi yang mengganggu, akibat refluks atau naiknya isi lambung ke kerongkongan. GERD bisa disebabkan oleh melemahnya katup sfingter pada esofagus bagian bawah, sehingga tidak mampu menutup dengan baik. GERD tidak mengancam jiwa secara langsung, namun jika diabaikan dan tidak diobati dengan
Perdarahan saluran cerna dapat dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Penyebab perdarahan saluran cerna pada kelompok dewasa pun cukup bervariasi. Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, SpPD, K-GEH, FACP, FACG mengungkapkan bahwa perdarahan saluran cerna atas memiliki mortalitas yang lebih berat dibandingkan dengan perdarahan saluran cerna bawah. Berdasarkan penelitian yang ia lakukan pada
Endoscopic Ultrasound (EUS) sebenarnya sudah ada sejak lama, hanya saja jarang digunakan. Menurut Prof. Dr. dr. Rino Alvani Gani, SpPD, K-GEH, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi, penggunaan EUS dapat memudahkan dokter dalam menilai detail masalah yang terjadi di saluran cerna. Jika dibandingkan dengan penggunaan alat USG di perut atau kulit,
Tahukah kamu, kebiasaan berinteraksi dengan mesin pencari internet dapat mempengaruhi berkembangnya gejala dispepsia pada pasien remaja? Berdasarkan hasil penelitian dalam The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy menunjukan bahwa kebiasaan berinteraksi dengan mesin pencari internet dapat mempengaruhi berkembangnya gejala dispepsia pada pasien remaja. Hal ini karena dispepsia juga berkaitan dengan
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan suatu kondisi dimana naiknya isi lambung ke bagian esophagus sehingga menimbulkan gejala atau komplikasi. Peningkatan insiden GERD dapat disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya konsumsi minuman seperti soda, teh, dan kopi. Berdasarkan hasil penelitian, konsumsi kopi memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian GERD. Hal tersebut karena zat
Menurut Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, SpPD, K-GEH, FACP, FACG, FINASIM Ketua Umum PB PEGI sekaligus Konsultan Gastroenterologi Hepatologi, batu empedu memiliki gejala khas nyeri ulu hati yang disebabkan adanya peradangan pada kantung empedu. Batu empedu berbentuk seperti kristal dengan variasi ukuran mulai dari butiran pasir sampai lebih besar dari
Helicobacter pylori merupakan bakteri gram negatif yang dapat menginfeksi lambung. Infeksi tersebut dapat merusak jaringan lambung dan sebagaian usus kecil. Hal ini dapat menyebabkan kemerahan dan nyeri (peradangan). Dalam beberapa kasus juga dapat menyebabkan luka yang menyakitkan yang disebut tukak lambung di saluran pencernaan bagian atas. Helicobacter pylori menyerang lapisan yang melindungi
Bagi orang awam, Inflammatory Bowel Disease (IBD) sering disamakan dengan Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau iritasi usus besar. Padahal, IBD termasuk kelompok penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan pada usus kecil dan besar, dimana elemen sistem pencernaan diserang oleh sistem kekebalan tubuh sendiri. Dilansir dari laman National Institute of Diabetes and Digestive