Kualitas visualisasi mukosa merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan esophagogastroduodenoscopy (EGD). Dalam praktik sehari-hari, keberadaan mukus, busa, dan gelembung udara sering kali mengganggu pandangan endoskopis dan dapat memengaruhi akurasi diagnosis, terutama pada lesi-lesi halus. Sebuah penelitian oleh Dr. dr. Fauzi Yusuf, SpPD, K-GEH, FINASIM, FACG, Dr. dr. Azzaki Abubakar, SpPD, K-GEH,
Jakarta, April 2026 — Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI) telah menyelenggarakan Advanced Endoscopy Workshop pada tanggal 10–12 April 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kompetensi dan keterampilan klinis para dokter spesialis di bidang endoskopi gastrointestinal di Indonesia. Workshop yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan kombinasi sesi ilmiah
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan artificial intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam praktik endoskopi gastrointestinal. Teknologi ini berkembang pesat dalam berbagai aspek, mulai dari deteksi lesi hingga pengambilan keputusan klinis. Kehadirannya tidak hanya meningkatkan kualitas pemeriksaan, tetapi juga mulai berperan dalam mendukung praktik klinis sehari-hari. Salah satu penerapan AI yang paling
Kemajuan pesat dalam bidang gastroenterologi telah menjadikan endoskopi sebagai salah satu prosedur utama, baik untuk tujuan diagnostik maupun terapeutik. Seiring dengan meningkatnya kompleksitas prosedur endoskopi, kebutuhan akan sistem pelatihan yang terstruktur dan efektif menjadi semakin penting untuk memastikan kompetensi operator serta keselamatan pasien. Artikel “Theories of Educational Strategies for Endoscopy” yang ditulis
Tindakan endoscopic submucosal dissection (ESD) pada lesi duodenum periampular dikenal memiliki tantangan tersendiri. Lokasinya yang sangat dekat dengan papila membuat prosedur ini berisiko menimbulkan pankreatitis setelah tindakan. Kondisi ini bisa terjadi akibat trauma mekanik, efek panas dari diseksi, hingga penutupan luka yang tanpa sengaja mengganggu aliran duktus pankreatikus. Dalam editorial yang dipublikasikan
Jakarta, 18 Februari 2026 — Jakarta International Gastrointestinal Endoscopy Symposium & Live Demonstration (JIGES-LD) 2026 in conjunction with International Digestive Endoscopy Network (IDEN) Indonesia Chapter sukses dilaksanakan pada 11–14 Februari 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta. Kegiatan ilmiah internasional di bidang endoskopi gastrointestinal ini diikuti oleh ratusan dokter spesialis penyakit dalam, konsultan gastroenterohepatologi
Pendaftaran JIGES–LD 2026 in conjunction with IDEN Indonesia Chapter telah dibuka. Untuk pertama kalinya, JIGES berkolaborasi dengan IDEN Korea (International Digestive Endoscopy Network). Acara tahunan ini akan kembali digelar di Shangri-La Hotel Jakarta pada 11–14 Februari 2026, menghadirkan rangkaian sesi ilmiah, workshop, dan video presentation, poster exhibition, dan network yang dirancang khusus
Kanker kolorektal (KKR) adalah salah satu keganasan yang paling sering dijumpai di dunia (1). Diperkirakan terdapat 63.500 kasus baru setiap tahunnya di Indonesia, dan kebanyakan tumor dijumpai di daerah rektum (2). Karakteristik klinis dan patologis dari KKR berbeda berdasarkan lokasi tumor, termasuk profil penanda molekulernya (3). Glucose-related Protein 94 (GRP94) adalah salah
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi yogurt atau produk susu fermentasi berhubungan dengan penurunan risiko kanker usus besar. Meski demikian, yogurt tidak bisa dijadikan satu-satunya upaya pencegahan, ia hanya bagian dari pola hidup sehat. Beberapa studi selama lima tahun terakhir melaporkan bahwa orang yang rutin makan yogurt memiliki risiko kanker usus besar lebih
Jakarta — Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI) bekerja sama dengan Academy of Endoscopy (AoE) kembali menyelenggarakan Mastery Learning in Endoscopy Course: 2nd Basic Endoscopy Skills Training (BEST) Indonesia Camp, yang berlangsung pada 13–15 November 2025 di Hotel Borobudur Jakarta. Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah angkatan pertama sukses dilaksanakan pada April 2025.