Artificial Intelligence in Endoscopy: Between Innovation and Clinical Reality
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan artificial intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam praktik endoskopi gastrointestinal. Teknologi ini berkembang pesat dalam berbagai aspek, mulai dari deteksi lesi hingga pengambilan keputusan klinis. Kehadirannya tidak hanya meningkatkan kualitas pemeriksaan, tetapi juga mulai berperan dalam mendukung praktik klinis sehari-hari.
Salah satu penerapan AI yang paling banyak digunakan adalah computer-aided detection (CADe), yang mampu membantu mendeteksi polip secara real-time selama kolonoskopi. Selain itu, computer-aided diagnosis (CADx) juga mulai digunakan untuk membantu karakterisasi lesi, termasuk memperkirakan kedalaman invasi pada kanker kolorektal. Dengan dukungan ini, endoscopist dapat bekerja lebih optimal, terutama dalam mengurangi lesi yang terlewat.
Meski demikian, implementasi AI di praktik klinis tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Beberapa studi menunjukkan bahwa peningkatan adenoma detection rate (ADR) dengan AI di dunia nyata tidak selalu sebesar yang dilaporkan dalam uji klinis terkontrol. Hal ini menunjukkan bahwa faktor seperti pengalaman operator, kualitas prosedur, serta integrasi sistem teknologi tetap memegang peranan penting.
Di sisi lain, AI juga memiliki potensi besar dalam bidang pendidikan. Teknologi ini dapat membantu endoscopist dengan pengalaman lebih terbatas untuk mencapai performa yang lebih baik, sehingga berpotensi meningkatkan standar pelayanan secara lebih merata.
Pada akhirnya, penting untuk memahami bahwa AI bukanlah pengganti klinisi. Teknologi ini dirancang sebagai alat bantu yang melengkapi keahlian dokter, bukan menggantikannya. Keputusan klinis tetap harus didasarkan pada pertimbangan menyeluruh yang mencakup kondisi pasien dan pengalaman klinis.
Dengan pendekatan yang tepat, integrasi AI dalam endoskopi diharapkan dapat meningkatkan akurasi diagnosis, efisiensi prosedur, serta keselamatan pasien. Masa depan endoskopi bukan hanya tentang teknologi yang semakin canggih, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tersebut digunakan secara bijak dalam praktik klinis.
*Artikel ini telah direview oleh: dr. Rabbinu Rangga Pribadi, SpPD, K-GEH, FINASIM
Referensi:
D.Nemoto, K.Togashi, X.Zhu, S.Shinozaki, and T.Hikichi, “Artificial Intelligence-Based Prediction of Invasion Depth in Colorectal Cancer via Endoscopic Imaging (With Video): A Narrative Review,” Digestive Endoscopy38, no. 3 (2026): e70139, https://doi.org/10.1111/den.70139
Ali, H., Muzammil, M. A., Dahiya, D. S., Ali, F., Yasin, S., Hanif, W., Gangwani, M. K., Aziz, M., Khalaf, M., Basuli, D., & Al-Haddad, M. (2024). Artificial intelligence in gastrointestinal endoscopy: a comprehensive review. Annals of gastroenterology, 37(2), 133–141. https://doi.org/10.20524/aog.2024.0861
Wei, M. T., Fay, S., Yung, D., Ladabaum, U., & Kopylov, U. (2024). Artificial Intelligence-Assisted Colonoscopy in Real-World Clinical Practice: A Systematic Review and Meta-Analysis. Clinical and translational gastroenterology, 15(3), e00671. https://doi.org/10.14309/ctg.0000000000000671
Shiha, M. G., Oka, P., Raju, S. A., David Tai, F. W., Ching, H. L., Thoufeeq, M., Sidhu, R., McAlindon, M. E., & Sanders, D. S. (2023). Artificial intelligence-assisted colonoscopy for adenoma and polyp detection: an updated systematic review and meta-analysis. iGIE : innovation, investigation and insights, 2(3), 333–343.e8. https://doi.org/10.1016/j.igie.2023.05.001
Sumber gambar: Getty Images





Pengunjung Hari Ini : 277
Total Dibaca : 2295597
Pengunjung Online : 5