Mengurangi Risiko Pankreatitis Pasca-ESD pada Lesi Periampular
Tindakan endoscopic submucosal dissection (ESD) pada lesi duodenum periampular dikenal memiliki tantangan tersendiri. Lokasinya yang sangat dekat dengan papila membuat prosedur ini berisiko menimbulkan pankreatitis setelah tindakan. Kondisi ini bisa terjadi akibat trauma mekanik, efek panas dari diseksi, hingga penutupan luka yang tanpa sengaja mengganggu aliran duktus pankreatikus.
Dalam editorial yang dipublikasikan oleh Prof. Ari Fahrial Syam dalam Clinical Endoscopy (2026) dengan judul Reducing post-endoscopic submucosal dissection pancreatitis in periampullary duodenal lesions: the role of prophylactic pancreatic duct stenting, dibahas kemungkinan penggunaan stent duktus pankreatikus secara profilaksis sebelum atau selama prosedur ESD. Tujuannya sederhana namun penting: menjaga agar aliran cairan pankreas tetap lancar dan mencegah terjadinya sumbatan yang dapat memicu pankreatitis.
Pendekatan ini dinilai masuk akal secara fisiologis dan berpotensi meningkatkan keamanan prosedur, terutama pada lesi yang sangat dekat dengan papila. Namun, editorial ini juga menekankan bahwa penerapannya harus mempertimbangkan kondisi pasien, kompleksitas lesi, serta pengalaman operator. Bukti ilmiah yang ada masih perlu diperkuat melalui penelitian prospektif dan uji klinis yang lebih besar.
Editorial ini menjadi pengingat bahwa inovasi dalam endoskopi harus selalu diimbangi dengan pertimbangan keamanan dan pemilihan strategi yang tepat untuk setiap pasien.
Baca artikel lengkapnya di:
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41612830/
Sumber gambar:
Science Photo Library-Canva






Pengunjung Hari Ini : 339
Total Dibaca : 2311406
Pengunjung Online : 3